Optimalisasi ICT Untuk Pembelajaran Abad 21
Perkembangan
teknologi memang akan selalu pesat dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Keadaan
demikian tidak bisa kita hindari sebagai seorang pendidik. Bukan berarti kita
harus resisten merespon keadaan ini, melainkan kita harus kreatif dan inovatif
dalam menggunakan teknologi agar pembelajaran pun tidak lagi monoton dan
konservatif. Optimalisasi Pemanfaatan ICT Untuk Pembelajaran Abad 21 menjadi
sangat urgen untuk dikembangkan. Hal inilah yang setidaknya ingin dijawab dan
dibagi kepada para guru se-Indonesia oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI).
Dengan
menggandeng ACER yang notabene partner utama IGI dan juga Binus University
khususnya Binus Onlie Learning betepatan dengan event ICT Expo IT IndoComm 2012
tahun ini diadakan salah satu kegiatannya adalah Seminar Pendidikan ICT untuk
pembelajaran. Seminar ini diadakan di hari terakhir ICT Expo yaitu pada tanggal
5 Mei 2012 di Jakarta Convention Center (JCC).
Bersama lebih
dari 100 guru yang menghadiri seminar ini bahkan terjauh ada yang dari Ambon. Meskipun
berbarengan dengan ramainya acara wisuda salah satu kampus ternama di Jakarta
namun tak menyurutkan semangat para guru untuk memperoleh ilmu dan pengalaman
dari para narasumber yang merupakan orang-orang yang kompeten dan berpengalaman
dalam bidang ICT Learning. Setelah dibuka oleh bu Manik di awal pembukaan mas
Ihsan (Mohammad Ihsan) selaku Sekjen IGI Pusat menyampaikan paparannya tentang Penerapan
dan Permasalahan Dalam Perkembangan Teknologi Di Dunia Pendidikan Indonesia.
Diantara point penting yang perlu kita cermati adalah sisi lain dampak negatif
dari ICT adalah membuat para peserta didik punya teman banyak di dunia maya. Mereka
bisa saja “curhat” bahkan beberapa kejadian menghina gurunya meski mereka nampak
biasa saja di hadapan gurunya.
Hal inilah
yang harus diwaspadai oleh para pendidik. Selain itu juga konten internet
berdasarkan penelitian yang disampaikan masih mayoritas bernuansa negatif untuk
tingkat Indonesia. Untuk itu perlu kiranya kita sebagai pendidik membuat
konten-konten positif yang menunjang pembelajaran agar tidak lagi dipenuhi oleh
konten-konten yang bisa mempengaruhi perkembangan karakter peserta didik kita. Setelah
mas Ihsan menyampaikan paparannya dilanjut oleh mba Siendy Boenadi perwakilan
dari ACER sebagai Business Development Manager Sales Division. Mba Siendy
menyampaikan apresiasinya kepada para guru yang sudah hadir. Acer sendiri sudah
banyak melaksanakan kegiatan bertemakan pendidikan serta memfasilitasi para
guru bersama IGI untuk mengembangkan kompetensinya. Program seperti SaGuSaLa
Satu Guru Satu Laptop menjadi bagian dari program Acer bersama IGI untuk para
guru. Selain itu juga sebagai wujud apresiasi Acer kepada para guru yang
mengembangkan pembelajaran menggunakan ICT Acer mengadakan Guraru (Guru Era
Baru) Award setiap tahunnya dan juga mengadakan seminar atau pelatihan untuk
para guru. Salah satu media Guraru adalah blog guraru.org bagi para guru untuk
berbagi/sharing pengalaman dan berinteraksi dengan guru-guru yang lain.
Narasumber
selanjutnya yaitu seorang guru SD Global Jaya yang merupakan peraih/juara Guraru
Award 2011 Agus Sampurno dengan menyampaikan paparan tentang Optimalisasi TIK
Untuk Pembelajaran Abad 21. Menurut mas Agus sudah tidak ada alasan lagi untuk
kita tidak menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran. Bahkan menurut
beliau di beberapa Negara eropa sudah tidak lagi menggunakan komputer sebagai
mata pelajaran / subject. Hal ini dikarenakan ICT bukanlah object pembelajaran
melainkan tools (alat) yang sehari-harinya harus kita optimalisasikan. Selanjutnya
paparan disampaikan oleh pak Agus Putranto dari Binus University. Pak Agus yang
juga pengelola Binus Online Learning menyampaikan pengalamannya membuat sistem
perkuliahan online di Binus University. Menurut pak Agus pendidik harus selalu
mengupdate kemampuannya menggunakan teknologi karena perkembangan teknologi
selalu cepat. Dengan teknologi kita tidak terhalang lagi oleh batas teritorial.
Kita masih bisa melaksanakan pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi.
| bersama pak Agus Sampurno |

Komentar