HARDIKNAS 2012: Belajar Semangat Meraih Pendidikan Dari Anak Jalanan Sanggar Anak Matahari Bekasi
Pendidikan
bagi sebagian orang mungkin barang mewah. Masuk dengan biaya tinggi, fasilitas
extra lux yang memadai, tenaga pengajar yang handal international minded,
dan segala perlengkapan belajar mengajar yang serba high class. Namun
tidak bagi anak jalanan. Mereka harus berjibaku dengan keringat sendiri untuk
mengejar cita-cita mereka yang simpel yaitu hanya ingin sekolah. Itulah secuil
potret kesenjangan yang masih terjadi di negara kita.
Hari
Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2012 ini menjadi refleksi bagi kita semua
bagaimana kita berbuat sekuat tenaga untuk mewujudkan pendidikan bukan hanya menjadi
better, tapi juga equal. Perjuangan kita mengantarkan generasi
bangsa adalah tugas yang sangat mulia dan visioner. Tentunya harus dilakukan
secara merata. Bagi mereka yang kurang mampu atau bahkan terputus akses
pendidikannya masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memberikan mereka pendidikan.
Setiap
tahun kita merayakan Hardiknas yang bertepatan dengan lahirnya bapak pendidikan
kita Ki Hajar Dewantara. Namun setiap tahun pula ada saja problematika
pendidikan yang menggerogoti kehidupan dan mendestruksi karakter peserta didik.
Dari mulai tawuran, seks bebas, sampai contek menyontek demi sebuah kata LULUS
UN. Bahkan tak jarang para pendidik pun terlibat di dalamnya. Bagaimana
menciptakan generasi yang berkarakter positif kalau gurunya saja memberikan
teladan sesuatu yang negatif.
Hari ini
saya merasa beruntung bisa belajar dari komunitas anak jalanan sekaligus
memotivasi saya untuk berbuat sesuatu demi mendidik generasi bangsa. Bermula
pada hari kemarin saya mendapat telepon dari rekan IGI (Ikatan Guru Indonesia)
Bekasi yang mendadak meminta saya mendampingi untuk mengisi sebuah acara
Seminar Pendidikan dalam rangka Hardiknas (02/05/12) karena Ketum IGI Bekasi
berhalangan. Walhasil hari ini saya beserta tim IGI Bekasi yaitu Bu Juli, Bu
Iha, Pak Taufiq, dan Pak Ari berangkat
masing-masing menuju STMIK Bani Saleh Kota Bekasi setelah sebelumnya
kontak-kontakan dan janjian kalau pukul 12.30 kita sudah di lokasi agar bisa
koordinasi terlebih dahulu karena jadwal dari panitia acara dimulai pukul 13.00.
![]() |
| pemateri: pak Asep (Disdik Kota Bekasi-kiri) dan Bu Juli (IGI Bekasi-kanan) |
Acara
Seminar Pendidikan ini bertemakan “Membangun Karakter Pengajar Berkualitas”
yang diselenggarakan oleh BEM STMIK Bani Saleh dilaksanakan di Aula Kampus A
STMIK Bani Saleh Kota Bekasi. Hadir juga perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota
Bekasi sebagai pemateri. Setelah briefing bagi tugas, Bu Juli presentasi, saya
operator, Bu Iha Ice Breaker/games, dan pak Taufiq presentasi perkenalan IGI
kami pun start setelah acara dibuka sekitar pukul 13.30 oleh Ketua STMIK Bani
Saleh pak H. Sri Setyo, MM.
Presentasi
dari kami pun berjalan lancar dan menarik dikarenakan games yang kita pandu
berhubungan dengan penyemaian pendidikan karakter sehingga para guru yang hadir
sangat antusias dan kami berharap bisa memotivasi mereka untuk menjadi guru
berkarakter dan berkualitas. Dengan demikian peserta didik kita pun nantinya
akan memiliki karakter yang baik. Presentasi kedua disampaikan oleh bapak Drs.
Asep, M.Pd yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Pak Asep
memaparkan kondisi bangsa saat ini yang mengalami kerusakan dimana-mana
kemudian mengkomparasikannya dengan Negara lain. Di akhir pak Asep juga
menyampaikan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para guru demi mendukung
terlaksananya pendidikan karakter (bangsa) yang sedang ramai disosialisasikan
oleh pemerintah.
Acara
semakin menarik ketika para peserta bertanya dan berdiskusi seputar pendidikan
karakter. Setelah materi dan tanya jawab selesai, kami disuguhkan oleh
penampilan kelompok anak jalanan yang berada di Sanggar Anak Matahari. Luar
bisa sekali kreatifitas dan semangat anak-anak ini. Kami pun semua terharu. Di
tengah banyaknya anak-anak jalanan yang putus asa dan harapan untuk mengenyam
pendidikan mereka masih mempunyai cita-cita untuk bersekolah dari hasil
mengamen. Bahkan kreativitas mereka pun Nampak dari lagu-lagu yang dibawakan
semuanya adalah hasil kreativitas mereka sendiri. Berbeda dengan anak-anak
umumnya saat ini yang lebih enjoy menyanyikan dan bergaya K-Pop atau genre
musik yang sedang menghegemoni di Negara ini.
| penampilan dari sanggar anak matahari |
Setelah
dihibur dengan dua lagu yang laguya pun mereka menciptakan lirik dan aransemennya
dengan alat ala kadarnya seperti pengamen yang lain yaitu 2 gitar kecil (ukulele),
satu gendang (buatan) dan dua kecrekan, salah satu dari mereka pun menceritakan
awal mulanya mereka bisa sekolah kembali. Berawal dari pertemuan mereka dengan kang
Yudi yang akhirnya membuatkan mereka sanggar yang dinamakan Sanggar Anak
Matahari karena filosofi mereka bekerja di bawah terik matahari (read: ngamen
siang hari). Sebelumnya mereka menamakannya Anjalis (Anak Jalanan Islam).
Di
sanggar inilah mereka belajar dengan hanya dua guru, dari mulai menulis,
berhitung hingga mengaji kemudian meneruskan kreativitas mereka di bidang seni.
Belakangan diceritakan bahwa salah satu diantara mereka ada yang pernah
menjuarai lomba puisi tingkat Kota Bekasi dimana lawannya banyak dari
sekolah-sekolah mapan dan berprestasi. Kontan ini membuat kami terharu,
prestasi yang mereka miliki bukan utopia semata. Cibiran dan ketidak berdayaan
mereka untuk meraih pendidikan dijawabnya dengan prestasi. Dengan terlihat
emosional kawan mereka juga menceritakan awal mulanya mengikuti ujian paket
yang bingung harus berbuat apa untuk syarat melanjutkan sekolah. Kick Andy pun
konon katanya pernah berkunjung ke sanggar dan memuat profil (kegiatan) mereka.
![]() |
| pemberian santunan |
| photo bersama |
Itulah
pelajaran hari ini bagi saya di Hari Pendidikan Nasional yang kita peringati
setiap tahunnya. Bahwa di balik sekelumit problematika pendidikan ternyata
masih ada juga anak-anak jalanan yang tak putus harapan, tetap semangat meraih
pendidikan. Bahkan mereka pun semua bercita-cita jadi guru dan ingin punya
sekolah sendiri agar bisa membantu orang-orang yang kurang mampu untuk sekolah.
Luar biasa semangat dan cita-cita mereka. Setelah acara ditutup kami pun
memberikan santunan kepada mereka bersama dari BEM STMIK Bani Saleh. Sesaat setelah
ramah tamah kami langsung merespon dan mengapresiasi mereka dengan meminta
kontak mereka agar bisa hadir di acara IGI Bekasi yang akan diadakan pada
tanggal 27 Mei 2012 dalam rangka Hardiknas juga. Semoga pendidikan Indonesia
akan terus bertransformasi secara gradual dan komprehensif. Salam Pendidikan…


Komentar