Sebagian umat Islam secara terang-terangan menunjukkan ketakutan dan kekhawatiran dalam merespon setiap pemikiran dan aliran baru yang merambah dunia Islam, baik di bidang ekonomi, politik yang berasal dari Timur maupun dari Barat. Ironisnya, dari kecenderungan tersebut mereka justeru cenderung bersikap resisten demi melindungi nilai-nilai luhur agama dan identitas umat Islam dari pengaruh negatif berbagai pemikiran, aliran baru bahkan transformasi global. Bahkan sampai pada tingkat tertentu, mereka juga berkeyakinan bahwa semua itu merupakan sebuah perang atau konspirasi terencana untuk menghancurkan Islam dan identitas kaum Muslimin. Tak terkecuali pada segmen pendidikan (Islam), transformasi dunia melalui teknologi informasi dan komunikasi yang semakin global juga memiliki tendensi yang sangat menakutkan. Karena secara simplistik – sadar atau tidak – kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah memposisikan dunia sebagai desa global. Konsekuensinya, meminjam istilah Prof. ...