Tribute to Uje: Mengenal Corak Dakwah Sang Ustadz Gaul


[Alumni Ponpes Attaqwa Pusat, Lulusan Magister Ilmu Dakwah Universitas Islam Asy-syafi’iyyah Jakarta]

Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk mengulas aspek wafatnya ustad Jeffry tapi menitik beratkan pada aspek dakwah yang ia jalankan. Dakwah tabligh. Model dakwah Islam yang jadi lawan dari model dakwah harakah. Dakwah yang pertama mengedepankan penyampaian agama kepada umat dengan corak personal dan sedikit terbatas pada topik masalah umat saja sedangkan yang kedua, dakwah harakah adalah dakwah yang menyampaikan pesan agama dengan corak massif mengedepankan wadah organisasi permanen dengan melibatkan orang banyak dengan mengonsentrasikan pada pelbagai masalah keummatan. Ustadz Jefry berada pada wilayah kedua namun wilayah yang telah dimodernisasi sehingga gerakannya mampu menggerakkan orang banyak untuk tujuan perbaikan agama. Pengaruhnya, nyaris mirip dengan makna pada dakwah jenih kedua, harakah. 

Secara umum teori dakwah mengaitkan beberapa aspek seperti, da’i (juru dakwah), mad’u (penerima dakwah), thariqoh (methode), maddah (materi dakwah), ujroh (financial) dan atsar (pengaruh dakwah). Unsur ini tetap sama antara tabligh dan harakah. Hanya karakter dakwah tabligh, lebih kepada perbaikan individu dan mengejar tempat dakwah yang umum dan standar untuk kegiatan dakwah seperti lokasi keagamaan. Beda dengan yang pertama, harakah justru kelihatannya tidak sekedar memakai tempat ibadah semata namun ia menggunakan mesin perubahan yang modern guna mencapai tujuan dakwah yang tak hanya mengubah secara personal namun lebih dari itu, perubahan masyarakat, lingkungan hingga negara secara ril, mengubah hukum positif sebuah negara ke dalam hukum positif yang berdasarkan alqur’an dan sunnah. Ini teori dakwah secara murni yang saya pahami dari buku Dr. Said Quthub dan M. Natsir, KH Noer Ali.
 
Kembali pada model gerakan dakwah Ust. Jeffry, ia masuk pada kategori yang pertama dan buka tergolong yang kedua, masalahnya adalah, pertama, ia menyerahkan hidupnya untuk tabligh kesana dan kemari hingga keluar negeri. Kedua, model dakwah konsen pada perubahan individu dan keluarga dalam skala kecil dan ketiga, mengehindari pada dunia politik secara ril dan aktivitas kontra maksiat seperti inten dalam kegiatan nahi munkar. Pengaruh dari gerakan dakwahnya hanya pada lingkungan generasi tua atau para lanjut usia dan para selebritis yang meluangkan hidupnya untuk gairah agama. Hasilnya pada lingkungan khusus dan perubahannnya belum massif. 

Terlepas dari kawasan yang dibangunnya, namun dakwah tablighnya ia bangun justru memiliki pengaruh dakwah yang luas. Luas yang dimaksud di sini adalah gerakan dakwahnya mampu menarik orang dalam jumlah besar meski golongan tertentu dan nyaris memiliki kesamaan dengan dakwah harakah dalam bidang massif massa pendukung. Atas perbedaan ini, dakwah tabligh yang ia lakukan tentu telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga hasilnya lebih efektif. Pertama, Ust. Uje mampu memakai media yang ada seperti media elektronik, cetak dan malah ia merupakan da’i yang laris manis dikontrak media tertentu lantaran kuatnya kecintaannya pada Ust. Uje dari basis pemirsa. Dari TV ia mampu mengubah massa secara lebih baik ketimbang di tempat ibadah atau majelis taklim.

Kedua, komunitas dakwahnya, mampu menghadirkan kelompok kreatif dan manajemen yang solid sehingga dapat melibatkan orang yang banyak. Bila dahulu Sayyid Quthub mampu membuat mesin Ikhwanul Muslimin untuk meng-counter hegemoni Israel dan Rezim sekular kini tim di sekeliling Ust. Uje mampu menyusun rencana program dakwah yang cerdas. Bedanya bila Ikhwanul Muslimin memakai orang banyak dalam mesin Ikhwan dan kini Ust. Uje memakai banyak orang untuk tujuan dakwah. Bedanya lagi yang pertama berbau politik dan kedua berbau dakwah murni. Tapi perubahannya sama, perubahan secara massal.

Ketiga, Ust. Uje berbekal manajemen yang baik, ia mampu menempatkan diri pada masyarakat khusus yang jumlahnya paling banyak namun belum tersentuh bagi juru dakwah klasik, kecuali sedikit. Gaul, itu jurus jitu untuk masuk ke lingkungan mereka lingkungan mayoritas di negeri ini, kaum ibu dan bapak lanjut usia dan publik pigur, kalangan yang juga punya fans yang amat besar dari semua kalangan. Salamata jalan Ust. Uje, Ustad peretas model dakwah tabligh model baru di negeri ini bagi sedikit juru dakwah. Peretas dinding gelap menuju cahaya kasih sayang Ilahi, amin. Wallahu ‘a’lam bish shawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tasyakur Pada HUT Guru, IGI, Dan Pernikahan

Games Kuis Tajwid Alif Lam