Pendidikan Karakter: 10 Tanda Kehancuran Bangsa
Jika kita
melihat ada peserta didik yang cukup antusias kepada gurunya, hormat dan
simpati dengan pendidik maka itu dikarenakan guru tersebut mempunyai karakter
yang baik, begitulah menurut pak Dedi Dwitagama (trainer character building).
Sebelum kita mendidik karakter kepada peserta didik kita lebih dulu jadilah
guru yang berkarakter. Pendidikan karakter merupakan proses panjang yang harus
ditanamkan kepada peserta didik. Terlebih di tengah arus transformasi karakter
negatif yang disemai di berbagai lini, dari mulai pendidikan sampai pejabat
dewan (wakil rakyat).
Pada
seminar pendidikan karakter dengan tema “Pengembangan Pendidikan Karakter
Melalui Proses Pembelajaran” yang diselenggarakan oleh Mentari Indonesia
Event Organizer para narasumber menyampaikan urgensi pendidikan karakter dan
dimulai dengan pembentukan karakter pendidik. Acara seminar ini bekerjasama
dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Penerbit Yudhistira, Dakta 107 FM, Radar
Bekasi, dan Penebit Swadaya Mandiri.
Narasumber
pertama seorang trainer character building yang juga kepala sekolah SMKN 29
Jakarta, Drs. Dedi Dwitagama, MM, M.Sc, menyampaikan materinya dengan
menyuguhkan di awal kalimatnya beberapa manfaat dari karakter yang dimiliki
oleh seseorang. Pak Dedi melanjutkannya dengan menyampaikan 10 Tanda Kehancuran
Bangsa yang dikutip dari Lickona. Educating for Character: How our school can teach respect & responsibility. New York Bantam Books, 1992:12-22. Kesepuluh tanda tersebut adalah:
1.
Peningkatan kekerasan remaja
2.
Budaya ketidak jujuran
3.
Fanatik terhadap kelompok
4.
Rasa hormat terhadap guru dan orang tua rendah
5.
Moral baik dan buruk tidak jelas
6.
Penggunaan bahasa memburuk
7.
Perilaku merusak diri: narkoba, alcohol, sex, dll.
8.
Tanggung jawab individu dan warga Negara rendah
9.
Etos kerja minim dan saling curiga
10.
Kurang peduli sesama
| Bersama Narasumber pak Dedi dan pak Inayatullah |
Di sesi
selanjutnya yang diisi oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas
Pendidikan Kota Bekasi, Dr. H. Inayatullah, M.Pd, menyampaikan latar belakang
tersusunnya konsep pendidikan karakter, tujuan hingga tataran praksis pedoman
pelaksanaannya. Menurut pak Kabid yang meraih gelar doktor dari UPI Bandung tersebut
sejatinya pendidikan karakter dalam Islam sudah dijalankan oleh Nabi Muhammad
SAW sejak dulu dan sudah terdapat titah di dalam Al-Qur’an, hanya saja
pemerintah baru membuat formulanya secara legal formal.
Selain menyampaikan
pointer penting dari pendidikan karakter beliau juga mempunyai kewajiban untuk
mensosialisasikan pedoman pelaksanaan pendidikan karakter. Untuk itu diharapkan
para peserta yang hadir bisa meneruskan sosialisasi tersebut sehingga seluruh Bekasi
pada khususnya dan Indonesia pada umumnya akan mempunyai karakter yang kuat
dari segi lembaga pendidikannya maupun pendidik dan peserta didiknya.
Komentar