Benarkah Sekolah Lahan Subur Kampanye?


Beberapa masyarakat, baik dari kalangan bawah-menengah-atas pasti pernah mendengar atau mendapatkan janji pendidikan gratis dari calon pejabat. Pendidikan memang masih menjadi jargon ampuh bagi para calon yang ingin menjabat di daerah maupun pusat. Apakah pendidikan gratis merupakan jargon paling jitu?, dan sekolah merupakan lahan yang strategis untuk kampanye?.
Pertanyaan itu terlintas kembali di benak saya setiap kali melihat baliho, spanduk, atau poster calon pemimpin daerah. Apalagi konteksnya sekarang Kabupaten Bekasi akan melaksanakan pemilukada. Ketika saya mengunjungi lahan pembangunan gedung sekolah dari yayasan kami, saya terkejut karena di depan pagar sudah terpampang spanduk salah satu calon Bupati Bekasi. Temanya, “Pendidikan dan Pengobatan Gratis”. Pas sekali dipasang di sekolahan.
Tapi saya juga mencoba untuk fair, memang ada juga yang sudah berhasil memberikan pelayanan pendidikan gratis di daerah kabupaten Bekasi. Namun apakah sudah merata?, itu kira-kira pertanyaan sebagian masyarakat yang kecewa akan janjinya ketika kampanye tidak terealisasikan. Bahkan, kalau disurvey masih banyak juga yang apatis dengan berkata, “waktu nyalonin doang janjinya gratis, pas udah kepilih mah lupa ama janjinya”. Semoga pendidikan gratis memang benar akan merata, namun hindari intervensi lembaga pendidikan dalam menghegemoni para calon kandidat pemimpin daerah untuk meraup suara. biarkan pendidikan tetap independen di jalurnya, jangan dicampuri dengan permainan politik yang kurang santun.
Bukankah akses pemerataan pendidikan memang sudah diamanatkan oleh undang-undang, sehingga sebetulnya tidak perlu lagi dijanjikan oleh para kandidat. Secara otomatis ketika menjabat harus melaksanakan amanat undang-undang yang merupakan konsekuensi dari kekuasaan.
salam, abuabbad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tasyakur Pada HUT Guru, IGI, Dan Pernikahan

Games Kuis Tajwid Alif Lam